|
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan
Senin, 03 Maret 2014
Futsal Teknokrat Sabet Berbagai Juara
Published :
01.08
Author :
Haqfini Bina Lalika
Teknokrat Juara 1 Nasional Debat Bahasa Inggris
Published :
00.54
Author :
Haqfini Bina Lalika
Predikat “Sang Juara” tidak diragukan lagi dan sudah melekat pada
Perguruan Tinggi Teknokrat. Di awal tahun 2014 ini, mahasiswa STBA
Teknokrat kembali berhasil meraih juara 1 nasional debat bahasa Inggris dalam
ajang Indonesian Varsities English Debate (IVED) 2014. IVED adalah ajang lomba
debat bahasa Inggris bergengsi yang diselenggarakan setiap tahun dengan
mempertemukan tim debat dari berbagai Universitas, baik negeri maupun swasta
di Indonesia. Ada 40 tim debat yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi
ini sekaligus mewakili perguruan tingginya masing-masing, UI, UGM, ITB, IPB,
STAN, UNSOED, BINUS, UNIKA ATMAJAYA, STBA TEKNOKRAT, UNSRAT, Univ. Kristen
Satya Wacana (UKSW) dan berbagai universitas besar lainnya. Event yang
berlangsung 10-14 Januari 2014 ini diselenggarakan di Universitas Kristen
Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, sebagai tuan rumah.
Setelah melalui proses panjang selama preliminary round yang terdiri
atas 6 babak, Tim Teknokrat berhasil masuk babak semi final dan bertemu
dengan tuan rumah UKSW. Teknokrat Akhirnya berhasil mengalahkan tuan
rumah dan berhasil masuk babak final yang berhadapan dengan Universitas
Jendral Soedirman A (ONSOED). Di babak penentuan ini, tim Teknokrat B,
yang beranggotakan Zahra’ Mutiah, Timotius Immanuel, dan Yurisa Yulia Yunara
berhasil mengalahkan UNSOED dan keluar sebagai juara. Dengan membawa pulang
trophy juara, Teknokrat mencatatkan sejarah tinta emas yang tidak hanya
mengharumkan nama provinsi Lampung tetapi juga pulau Sumatera, karena ini
pertama kali piala IVED dibawa oleh orang Sumatera. Sebelumnya semua
piala selalu disapu bersih oleh universitas dipulau Jawa. Dosen
pendamping tim sekaligus pembimbing Teknokrat English Club (TEC) Teknokrat, Budiawan,
M.Hum, mengungkapkan “keberhasilan ini dapat diraih berkat kerja keras,
latihan terus menerus, kedisiplinan, dan semangat juang mahasiswa yang tinggi
serta dukungan dari semua pihak, terutama Perguruan Tinggi Teknokrat”.
Ketua Perguruan Tinggi Teknokrat, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A.
menyampaikan rasa bangganya kepada tim Teknokrat yang berhasil meraih juara
IVED 2014 “saya sangat bangga dan mengapresiasi keberhasilan yang diraih oleh
tim STBA Teknokrat. Akan tetapi, kita jangan terlena karena pengkaderan
secara terus menerus harus dilakukan secara konsisten untuk mempersiapkan tim
yang tangguh untuk event lainnya”, demikian pungkasnya.
|
Sabtu, 22 Februari 2014
Tujuh Dara Primadona Kampus Teknokrat
Published :
00.05
Author :
Haqfini Bina Lalika
Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas
dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding
mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola
basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga
tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola
basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak
menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.
Bola basket adalah salah satu
olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan
penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan, Eropa Selatan, Lithuania, dan juga di Indonesia.
Ketika dingin pagi pada Jumat (24/1) menerpa, tujuh
dara cantik mengenakan shirt lengan buntung, celana pendek putih berarsiran
orange, mencoba menepis gigil dengan menyambangi kampus mereka lebih lekas
dari biasanya. Akan ada sesi wawancara hari itu. Setiba dikampus, Ketua
Bidang Kemahasiswaan Teknokrat, Parjito memperkenalkan satu per satu. Yoza
Mutiara Putri, Fitriyana, Harlina, Fitri Novika Sari, Hayyaturidhani, Zamila
dan Nathania, demikian nama mereka. Tujuh punggawa Unit Kegiatan Mahasiswa
(UKM) Basketball Putri Teknokrat.
Dengan bangga, Parjito mengungkapkan nama terakhir
merupakan yang paling menonjol dalam organisasi UKM Basket di kampus ini.
“Nathania merupakan yang menonjol. Selain, menjadi ketua UKM, juga mempunyai
rekor tersendiri di tingkat Provinsi. Namun, kesemuanya merupakan andalan
kampus kami,”ujar Parjito. Pria yang dahulunya entertainer itu menjelaskan di
kampusnya terdapat 14 UKM,tapi ia mengaku UKM Basketball Teknokrat terutama
atlet wanitanya, merupakan primadona di kampus.”Walau tidak menyampingkan 14
UKM yang ada, UKM Basketball Putri ini selalu jadi andalan kampus di beberapa
kejuaran,” kata dia.
Parjito mengutarakan kelebihan UKM ini salah satunya memiliki visi untuk go prestasi tidak hanya domestik di Lampung, tetapi hingga nasional. Hal ini diwujudkan belum lama ini melalui lomba STO Cup se-Lampung 6-12 Januari lalu di Metro. Mereka meraih juara I tingkat se-Provinsi Lampung.”Kunci melahirkan juara di UKM Basketball Putri ini berkat koordinasi, pembimbingan dan pengarahan,” ujarnya.
Jadi, selain mampu mengenyam pendidikan di kelas,
tapi bisa menyalurkan minat bakat di olahraga menjadi prestasi yang
membanggakan. Selain itu, demi prestasi, Perguruan Tinggi Teknokrat sebagai
tempat yang mengayomi para mahasiswi itu selalu mengakomodasi kebutuhan
kebutuhan UKM itu, mulai dari tempat latihan sampai pembiayaan.
|
Kamis, 20 Februari 2014
Teknokrat hadirkan Native Speaker dari Amerika dan Jepang pada Scientific Seminar
Published :
22.51
Author :
Haqfini Bina Lalika
Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA)
Teknokrat hadirkan native speaker dari kedutaan besar Amerika dan jepang pada
Scientific seminar on language and culture dengan tema “Mastering Advanced
Technology, Language and Art to Win Cultural Integration”. Seminar bahasa
yang dihadiri oleh 282 siswa SMA dari 40 sekolah di bandar lampung ini
dilaksanakan pada 8 Februari 2014 di kampus Perguruan Tinggi Teknokrat,
menghadirkan Fabio Coelho (penutur asing dari Amerika), Araki Mari (penutur
asing dari Jepang sekaligus dosen bahasa jepang di STBA Teknokrat).
Selain seminar, ada presentasi hasil
penelitian mahasiswa STBA Teknokrat dari Nurani Istiqomah dan Oyen Sutikno
(Mahasiswa D3 Bahasa Jepang), serta Lara Widya Azizta dan Puspa Ganda Sari
(Mahasiswa S1 Sastra Inggris). Lara sapaan Lara Widya Azizta membahas tentang
Vernacular’s Cultivation for Teens yaitu tentang penggunaan bahasa daerah
yang sudah menghilang di kalangan remaja. Art, Culture and Our Identity
merupakan pembahasan dari Puspa yang berbicara tentang bagaimana para pemuda
seharusnya dalam mengapresiasikan seni dan budaya lokal sehingga tetap
bertahan ditengah-tengah modernisasi.
Sementara Nuraini mengajak siswa
untuk mulai mempelajari bahasa Jepang dalam bahasa Inggris demi mempersiapkan
diri menyonsong Asean Economic Community (AEC) 2015. Andika Putra, S.S.
selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa seminar yang ditujukan bagi siswa
SMA/SMK/MA se-bandar lampung ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang
identitas bangsa ditengah-tengah modernisasi dan globalisasi di Indonesia.
Diharapkan setelah siswa setelah menghadiri seminar ini, mereka dapat
mengaplikasikan apa yang disampaikan oleh pemateri di kehidupan sehari-hari.
Dan pada akhirnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat memberikan bantuan
native speaker kepada STBA Teknokrat, Mr. Fabio Coelho. Dalam
kunjungannya selama 2 hari(7 – 8 Februari 2014) di Teknokrat, Fabio memberikan
pelatihan untuk dosen tentang metode, teknik pengajaran, dan sumber
pembelajaran online learning resources. Dalam sesi ini Fabio menyampaikan
tentang berbagai metode dan teknik pengajaran, baik untuk bahasa Inggris
maupun bidang komputer. Ia juga memberikan informasi tentang situs
pembelajaran dan pengajaran yang bisa diakses secara gratis.
Selanjutnya Fabio memberikan motivasi dan diskusi
tentang organisasi kemahasiswaan bagi para aktivis Teknokrat dan menyampaikan
pentingnya organisasi sekaligus berbagi informasi tentang organisasi
kemahasiswaan di luar negeri, terutama di Amerika. Para aktivis sangat
antusias bertanya dan berbagi pengalaman tentang organisasi dan kegiatan
kemahasiswaan di Perguruan Tinggi Teknokrat. Para mahasiswa memperoleh saran
dan motivasi tentang bagaimana menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan dengan
sukses serta pentingnya kompetisi untuk mengasah kemampuan.
Scientific seminar on language and culture bersama
penutur asing Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Teknokrat mengadakan seminar
tahunan ke-8 kalinya. Pada tahun ini, seminar bahasa yang bertemakan
“Mastering Advanced Technology, Language and Art to Win Cultural Integration”
menghadirkan narasumber dari kedutaan besar amerika dan penutur asing dari
jepang. Selain menghadirkan penutur asing, seminar ini juga adalah wadah bagi
mahasiswa STBA Teknokrat dalam mempresentasikan hasil penelitian mereka.
Seminar bahasa yang dihadiri oleh 40 sekolah
dibandar lampung ini, menghadirkan Fabio Coelho (penutur asing dari amerika),
Araki Mari (penutur asing dari jepang sekaligus dosen bahsa jepang di STBA
Teknokrat), Nurani Istiqomah dan Oyen Sutikno (Mahasiswa D3 Bahasa Jepang),
serta Lara Widya Azizta danPuspa Ganda Sari (Mahasiswa Sastra
Inggris).Seminar yang ditujukan bagi siswa SMA/SMK/MA se-bandarlampung ini
bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang identitas bangsa ditengah-tengah
modernisasi dan globalisasi di Indonesia. Diharapkan setelah siswa setelah
menghadiri seminar ini, mereka dapat mengaplikasikan apa yang disampaikan
oleh pemateri di kehidupan sehari-hari, Teknokrat hadirkan Native Speaker
dari Amerika dan Jepang pada Scientific Seminar Sekolah Tinggi Bahasa Asing
(STBA) Teknokrat hadirkan native speaker dari kedutaan besar Amerika dan
jepang pada Scientific seminar on language and culture dengan tema “Mastering
Advanced Technology, Language and Art to Win Cultural Integration”.
Seminar bahasa yang dihadiri oleh 282 siswa SMA dari 40 sekolah di bandar lampung ini dilaksanakan pada 8 Februari 2014 di kampus Perguruan Tinggi Teknokrat, menghadirkan Fabio Coelho (penutur asing dari Amerika), Araki Mari (penutur asing dari Jepang sekaligus dosen bahasa jepang di STBA Teknokrat).
Selain seminar, ada presentasi hasil penelitian
mahasiswa STBA Teknokrat dari Nurani Istiqomah dan Oyen Sutikno (Mahasiswa D3
Bahasa Jepang), serta Lara Widya Azizta dan Puspa Ganda Sari (Mahasiswa S1
Sastra Inggris). Lara sapaan Lara Widya Azizta membahas tentang Vernacular’s
Cultivation for Teens yaitu tentang penggunaan bahasa daerah yang sudah
menghilang di kalangan remaja. Art, Culture and Our Identity merupakan
pembahasan dari Puspa yang berbicara tentang bagaimana para pemuda seharusnya
dalam mengapresiasikan seni dan budaya lokal sehingga tetap bertahan
ditengah-tengah modernisasi.
Sementara Nuraini mengajak siswa untuk mulai
mempelajari bahasa Jepang dalam bahasa Inggris demi mempersiapkan diri
menyonsong Asean Economic Community (AEC) 2015. Andika Putra, S.S. selaku
ketua pelaksana menyampaikan bahwa seminar yang ditujukan bagi siswa
SMA/SMK/MA se-bandarlampung ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang
identitas bangsa ditengah-tengah modernisasi dan globalisasi di Indonesia.
Diharapkan setelah siswa menghadiri seminar ini, mereka dapat mengaplikasikan
apa yang disampaikan oleh pemateri di kehidupansehari-hari.
|
Senin, 17 Februari 2014
Teknokrat “SANG JUARA”
Published :
01.30
Author :
Haqfini Bina Lalika
Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad
Bakrie yang berasal dari Lampung dan Roosniah Nasution asal
Langkat Sumatera Utara, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab
dipanggil Ical. Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro
Institut Teknologi Bandung pada 1973, Ical memilih fokus mengembangkan
perusahaan keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, dia
memimpin Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004).
Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam
kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha. Sebelum memutuskan meninggalkan
karier di dunia usaha, dia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri
(Kadin) selama dua periode (1994-2004).
Pada 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di
dunia usaha, setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang
Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dan sejak
terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2010, waktu dan energinya
tercurah untuk mengurus partai.
Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya
di Indonesia, Ical menduduki peringkat ke-30 dengan total kekayaan US$ 890
juta. Jika dibanding tahun 2010, peringkat Ical turun cukup drastis dari
peringkat 10 ke peringkat 30. Jumlah ini berarti turun hingga US$ 1,2 miliar
sekitar Rp 10,8 triliun atau sekitar 57% dibandingkan kekayaan Ical pada
tahun 2010.
Tak kalah pentingnya, Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P.,
pun memberikan pengarahan dan penghargaan bagi para wisudawan dan mahasiswa
berprestasi. “Wisuda Teknokrat memang wisuda yang berbeda,” ungkap beliau
terkesan dengan keunikan acara wisuda Perguruan Tinggi Teknokrat. “Selamat
menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat. Jangan banyak bicara, namun
perbanyak manfaat untuk masyarakat,” pesan Sjachroedin kepada para wisudawan.
Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA, Koordinator Kopertis
(Koordinator Perguruan Tinggi Swasta) Wilayah II menyatakan kebanggaannya
terhadap Perguruan Tinggi Teknokrat. “Banyak yang bertanya Teknokrat itu
berada dimana?”. Perguruan Tinggi Teknokrat telah mengangkat nama Kopertis
Wilayah II di ajang pertemuan-pertemuan tingkat nasional karena seringnya
menjuarai perlombaan tingkat nasional, bahkan internasional,” ungkapnya.
“Dari tiga ribu lebih perguruan tinggi di Indonesia, hanya sedikit perguruan
tinggi swasta yang dikenal di tingkat nasional, dan hampir tidak ada yang
dari luar pulau Jawa,” tambah Diah.
Kegiatan wisuda ini juga dimeriahkan oleh segenap
aktivis-aktivis kampus, para mahasiswa yang terlibat dalam segala organisasi
kampus Perguruan Tinggi Teknokrat. Salah satu persembahan para mahasiswa
adalah tari kreasi Lampung disertai dengan penerbangan Hexacopter karya UKM
Robot, puisi berbahasa Inggris, dan puisi berbahasa Jepang. UKM Paduan Suara
Teknokrat juga tidak letih-letihnya bernyanyi menghibur sampai dengan
pengukuhan 1.118 wisudawan selesai.
|
Minggu, 16 Februari 2014
KSATRIA TAEKWONDO TEKNOKRAT
Published :
00.45
Author :
Haqfini Bina Lalika
|
Taekwondo adalah olahraga bela diri asal Korea, yang
juga populer di Indonesia, olah raga ini juga merupakan olahraga nasional Korea. (juga biasa dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do)
Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia dan juga dipertandingkan di Olimpiade.
Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti
"menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti
"tinju"; dan Do berarti
"jalan" atau "seni". Jadi,Taekwondo dapat
diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau
"jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas
taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk.
Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik
perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai
organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang
dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan
kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam
suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping
adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup
tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam
bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu
sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada
umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan). Taekwondo juga salah
satu olahraga yang mampu mengasah IQ
seseorang, nah keren kan. Sebenernya salah satu hobby aku adalh taekwondo
juga nih, aku juga memegang sabuk hijau. Nah langsung aja ya,,,
Suasana lobi Perguruan Tinggi Teknokrat pada Kamis
(6/2) lain dari biasanya. Empat mahasiswa, 2 lelaki dan 2 wanita mengenakan
pakaian lengkap taekwondo. Satu bersabuk hijau dan biru, 2 lainnya bersabuk
kuning dengan cekatan melakukan dengan memutar 45 derajat, mendemonstrasikan
kebolehan mereka kepada Lampung Post.
Keempatnya merupakan tim ini dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Teknokrat Club (TTC), tetapi warga kampus Teknokrat sendiri menjulukinya sebagai Ksatria Taekwondo Teknokrat. Dalam seni beladiri yang mengutamakan daya jangkau dan kekuatan kaki untuk melumpuhkan lawan dari kejauhan itu, tapi bukan hanya sekedar tendangan saja lo di bela diri ini, sebelum postingan tadi disebutkan bahwa taekwondo berarti yaitu Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi,Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan" mereka adalah juara tingkat Provinsi Lampung. Beberapa waktu lalu, 4 ksatria Teknokrat ini berjaya pada Kejuaraan Terbuka Taekwondo Kyorugi dan Poomse Prayunior, Junior, dan Senior Saburai Cup Terbuka V 2014 se-Provinsi Lampung. Indra Gunawan meraih juara I kelas under 54 Kg, Dede Krisna Friansyah menjadi Juara I under 60 Kg. Selanjutnya pasangan kakak dan adik, Ary Purnamasary meraih juara II kelan under 49 Kg dan Lilis Suryani meraih juara III under 62 Kg. Torehan prestasi tersebut semakin melengkapi deretan prestasi yang didapat UKM yang baru berdiri 2010 lalu ini. Bahkan, pada tahun pertamanya berdiri, UKM TTC menyabet juara I pada ajang Saburai Cup I. Sejak saat itu, digit kesuksesan mereka terus bertambah dengan lahirnya sejumlah atlet muda taekwondo berbakat di ranah Sang Bumi Ruwa Jurai. Deretan atlet muda itu diantaranya Juara I kelas under 62 kg senior putri yang dipegang Sovia Mas Ayu, Juara I kelas feather prajunior Putri Rianti Anggraini, Juara II kelas under 42 Kg junior putri Sisca Lady Yana dan Juara III kelas under 46 kg senior putri Dora Sandi Firdiansyah. Kemudian Juara III kelas under 54 kg senior putra dan juara III kelas under 56 kg senior putri Restiana Atmayanti. Hebatnya juara umun diraih Teknokrat atas nama Wahyu Pramita. Atas pencapaian mahasiswanya, Ketua Perguruan Tinggi Teknokrat Nasrullah Yusuf berujar lembaganya terus berupaya meningkatkan kemampuan mahasiswanya di segala bidang. Hal ini diwujudkan dengan memberikan dukungan dalam berbagai kegiatan pada UKM. “Kami berharap prestasi yang telah diraih selama ini tidak menjadikan para mahasiswanya sombong dan terlalu berbangga hati melainkan mampu menjadi pembangkit semangat untuk dapat menggapai prestasi yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Dengan menjadi generasi berprestasi, nama mereka (mahasiswa), UKM almamater dan Provinsi Lampung akan terus berjaya,” kata Nasrullah.
Pembina UKM Taekwondo Teknokrat Mahathir
Muhammad menambahkan berbagai prestasi yang diraih para mahasiswa di UKM
Taekwondo Teknokrat telah membuktikan kampus itu sangat concern meningkatkan
mutu dan prestasi mahasiswa menjadi Sang Juara sesuai dengan slogan kampus.
Tak hanya dukungan moral, materi, dan motivasi tetapi juga dengan memberi
fasilitas yang modern dan memadai serta pelatih yang kompeten dibidangnya
dapat menjadikan mental juara selalu keluar. Pada masa mendatang, dirinya
berkeyakinan UKM Taekwondo Teknokrat akan terus mengikuti berbagai kejuaraan
baik tingkat regional, nasional bahkan akan dicoba di level internasional.
Itu akan coba dirintis dengan penerapan disiplin latihan lebih ketat dan
disertai meningkatkan semangat maupun mental juara. “Mereka tidak hanya
ditempa jadi atlet yang berhasil berlaga di pertandingan, tetapi juga seangat
tinggi berlatih. Itu terbukti dibawah binaan sabeum (guru) Apriya dan pelatih
lain para mahasiswa UKM Taekwondo Teknokrat tidak hanya jago di bidang bahasa
dan komputer juga jago dibidang olahraga,” ujar Mahathir.
|
Langganan:
Postingan (Atom)















