Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Maret 2014

Futsal Teknokrat Sabet Berbagai Juara






al
Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainansepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.



Futsal Teknokrat sabet berbagai juara. Prestasi terbaru  juara dua pada even S-One Club Futsal Lampung (22-27/12) di GOR Saburai mengalahkan 30 tim seluruh club di Lampung. Even ini sangat bergengsi di Lampung bagi pencinta Futsal. Selain itu, juara pertama padaTarbiah Fair and Books Expo di IAIN Raden Intan Lampung yang diikuti oleh 56 tim (20-23/12).

Tim Futsal Teknokrat cukup disegani oleh tim-tim lawan terutama dalam ketangkasan taktik dan teknik bermainnya. Lihat saja, koleksi prestasi yang dikumpulkannya diantaranya Juara pertama pada Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (Pomda) Tingkat Lampung, Juara pertama dalam kompetisi Club Futsal Center (CFC) Cup, Juara Pertama Futsal antar mahasiswa kopertis se-Sumbagsel, Juara Pertama Polinela Cup, Juara ketiga Kejurda tingkat mahasiswa, juara ketiga walikota cup, dan juara ketiga UBL Cup.


Sukses yang diraih tim Futsal Teknokrat tidak lepas dari keterlibatan Perguruan Tinggi Teknokat yang semakin tinggi mengembangkan program kemahasiswaan khususnya dibidang olahraga ini ungkap DodiSaputra si-Ketua UKM Futsal.  Dia mengaku bangga kuliah di Teknokrat, kampusnya sang juara, karena hampir setiap even dan kompetisi yang diikutinya selalu membawa kemenangan ujarnya.

Asep kapten tim Futsal Teknokrat berbagi trik jitu mencetak gol,“karena gawangnya kecil dan celah menembak sangatlah kecil, maka usahakanlah bola ngeluncur seperti pisang tetapi mendatar.Bila dari sisi samping kita giring bola ketengah sebelum sampai tengah langsung bola ditendang saja, jika dari arah lawan berarti arah tendangan kepojok kiri kipper” terangnya

Futsal telah menjadi olahraga favorit yang digemari banyak kalangan terutama mahasiswa, ungkap Hi. Mahathir Muhammad, SE., MM. Teknokrat terus menggalakkan prestasi di bidang olahraga ini. Saya yakin satu prestasi mampu mendatangkan manfaat besar untuk memberikan motivasi dalam mencapai prestasi-prestasi gemilang berikutnya. Prestasi demi prestasi yang terus diraih, bukti bahwa pembinaan para calon atlit ini terus berkembang dan berjalan. lanjutnya.


UKM Futsal Teknokrat yang beranggotakan 249 mahasiswa rutin berlatih di Lapangan Gelanggang Mahasiswa Dr. Nasrullah Yusuf yang megah dengan tribun berfasilitas wi-fi yang membuat para penonton betah berlama-lama untuk menyemangati dan menyaksikan aksi mereka. Pantas saja para calon atlit muda ini semakin bersemangat berlatih.






Read More ->>

Teknokrat Juara 1 Nasional Debat Bahasa Inggris




Predikat “Sang Juara” tidak diragukan lagi dan sudah melekat pada Perguruan Tinggi Teknokrat.  Di awal tahun 2014 ini, mahasiswa STBA Teknokrat kembali berhasil meraih juara 1 nasional debat bahasa Inggris dalam ajang Indonesian Varsities English Debate (IVED) 2014. IVED adalah ajang lomba debat bahasa Inggris bergengsi yang diselenggarakan setiap tahun dengan mempertemukan tim debat dari berbagai Universitas, baik negeri maupun swasta di Indonesia.  Ada 40 tim debat yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi ini sekaligus mewakili perguruan tingginya masing-masing, UI, UGM, ITB, IPB, STAN, UNSOED, BINUS, UNIKA ATMAJAYA, STBA TEKNOKRAT, UNSRAT, Univ. Kristen Satya Wacana (UKSW) dan berbagai universitas besar lainnya.  Event yang berlangsung 10-14 Januari 2014 ini diselenggarakan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, sebagai tuan rumah.  


Setelah melalui proses panjang selama preliminary round yang terdiri atas 6 babak, Tim Teknokrat berhasil masuk babak semi final dan bertemu dengan tuan rumah UKSW.  Teknokrat Akhirnya berhasil mengalahkan tuan rumah dan berhasil masuk babak final yang berhadapan dengan Universitas Jendral Soedirman A (ONSOED).  Di babak penentuan ini, tim Teknokrat B, yang beranggotakan Zahra’ Mutiah, Timotius Immanuel, dan Yurisa Yulia Yunara berhasil mengalahkan UNSOED dan keluar sebagai juara. Dengan membawa pulang trophy juara, Teknokrat mencatatkan sejarah tinta emas yang tidak hanya mengharumkan nama provinsi Lampung tetapi juga pulau Sumatera, karena ini pertama kali piala IVED dibawa oleh orang Sumatera.  Sebelumnya semua piala selalu disapu bersih oleh universitas dipulau Jawa.  Dosen pendamping tim sekaligus pembimbing Teknokrat English Club (TEC) Teknokrat, Budiawan, M.Hum, mengungkapkan “keberhasilan ini dapat diraih berkat kerja keras, latihan terus menerus, kedisiplinan, dan semangat juang mahasiswa yang tinggi serta dukungan dari semua pihak, terutama Perguruan Tinggi Teknokrat”.


Ketua Perguruan Tinggi Teknokrat, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A. menyampaikan rasa bangganya kepada tim Teknokrat yang berhasil meraih juara IVED 2014 “saya sangat bangga dan mengapresiasi keberhasilan yang diraih oleh tim STBA Teknokrat.  Akan tetapi, kita jangan terlena karena pengkaderan secara terus menerus harus dilakukan secara konsisten untuk mempersiapkan tim yang tangguh untuk event lainnya”, demikian pungkasnya.



Read More ->>

Sabtu, 22 Februari 2014

Tujuh Dara Primadona Kampus Teknokrat






Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.
Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan, Eropa Selatan, Lithuania, dan juga di Indonesia.

Ketika dingin pagi pada Jumat (24/1) menerpa, tujuh dara cantik mengenakan shirt lengan buntung, celana pendek putih berarsiran orange, mencoba menepis gigil dengan menyambangi kampus mereka lebih lekas dari biasanya. Akan ada sesi wawancara hari itu. Setiba dikampus, Ketua Bidang Kemahasiswaan Teknokrat, Parjito memperkenalkan satu per satu. Yoza Mutiara Putri, Fitriyana, Harlina, Fitri Novika Sari, Hayyaturidhani, Zamila dan Nathania, demikian nama mereka. Tujuh punggawa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Basketball Putri Teknokrat.

Dengan bangga, Parjito mengungkapkan nama terakhir merupakan yang paling menonjol dalam organisasi UKM Basket di kampus ini. “Nathania merupakan yang menonjol. Selain, menjadi ketua UKM, juga mempunyai rekor tersendiri di tingkat Provinsi. Namun, kesemuanya merupakan andalan kampus kami,”ujar Parjito. Pria yang dahulunya entertainer itu menjelaskan di kampusnya terdapat 14 UKM,tapi ia mengaku UKM Basketball Teknokrat terutama atlet wanitanya, merupakan primadona di kampus.”Walau tidak menyampingkan 14 UKM yang ada, UKM Basketball Putri ini selalu jadi andalan kampus di beberapa kejuaran,” kata dia.


Parjito mengutarakan kelebihan UKM ini salah satunya memiliki visi untuk go prestasi tidak hanya domestik di Lampung, tetapi hingga nasional. Hal ini diwujudkan belum lama ini melalui lomba STO Cup se-Lampung 6-12 Januari lalu di Metro. Mereka meraih juara I tingkat se-Provinsi Lampung.”Kunci melahirkan juara di UKM Basketball Putri ini berkat koordinasi, pembimbingan dan pengarahan,” ujarnya.

Jadi, selain mampu mengenyam pendidikan di kelas, tapi bisa menyalurkan minat bakat di olahraga menjadi prestasi yang membanggakan. Selain itu, demi prestasi, Perguruan Tinggi Teknokrat sebagai tempat yang mengayomi para mahasiswi itu selalu mengakomodasi kebutuhan kebutuhan UKM itu, mulai dari tempat latihan sampai pembiayaan. 

Read More ->>

Kamis, 20 Februari 2014

Teknokrat hadirkan Native Speaker dari Amerika dan Jepang pada Scientific Seminar




 Jika dilihat dari artinya, "native = penduduk asli" dan"speaker = pembicara/penutur", maka bisa ditebak arti dari "native speaker = penutur/pembicara asli suatu bahasa". Misalnya native speaker bahasa inggris adalah orang yang kesehariannya menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pergaulan mereka. Contohnya orang inggris dan juga orang amerika serikat. Ya itu yang dilakukan oleh perguruan tinggi teknokrat yaitu mendatangkan native speaker dari kedutaan besar Amerika dan Jepang

Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Teknokrat hadirkan native speaker dari kedutaan besar Amerika dan jepang pada Scientific seminar on language and culture dengan tema “Mastering Advanced Technology, Language and Art to Win Cultural Integration”. Seminar bahasa yang dihadiri oleh 282 siswa SMA dari 40 sekolah di bandar lampung ini dilaksanakan pada 8 Februari 2014 di kampus Perguruan Tinggi Teknokrat, menghadirkan Fabio Coelho (penutur asing dari Amerika), Araki Mari (penutur asing dari Jepang sekaligus dosen bahasa jepang di STBA Teknokrat). 


Selain seminar, ada presentasi hasil penelitian mahasiswa STBA Teknokrat dari Nurani Istiqomah dan Oyen Sutikno (Mahasiswa D3 Bahasa Jepang), serta Lara Widya Azizta dan Puspa Ganda Sari (Mahasiswa S1 Sastra Inggris). Lara sapaan Lara Widya Azizta membahas tentang Vernacular’s Cultivation for Teens yaitu tentang penggunaan bahasa daerah yang sudah menghilang di kalangan remaja. Art, Culture and Our Identity merupakan pembahasan dari Puspa yang berbicara tentang bagaimana para pemuda seharusnya dalam mengapresiasikan seni dan budaya lokal sehingga tetap bertahan ditengah-tengah modernisasi. 



 Sementara Nuraini mengajak siswa untuk mulai mempelajari bahasa Jepang dalam bahasa Inggris demi mempersiapkan diri menyonsong Asean Economic Community (AEC) 2015. Andika Putra, S.S. selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa seminar yang ditujukan bagi siswa SMA/SMK/MA se-bandar lampung ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang identitas bangsa ditengah-tengah modernisasi dan globalisasi di Indonesia. Diharapkan setelah siswa setelah menghadiri seminar ini, mereka dapat mengaplikasikan apa yang disampaikan oleh pemateri di kehidupan sehari-hari.


 Dan pada akhirnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat memberikan bantuan native speaker kepada STBA Teknokrat, Mr. Fabio Coelho.  Dalam kunjungannya selama 2 hari(7 – 8 Februari 2014) di Teknokrat, Fabio memberikan pelatihan untuk dosen tentang metode, teknik pengajaran, dan sumber pembelajaran online learning resources. Dalam sesi ini Fabio menyampaikan tentang berbagai metode dan teknik pengajaran, baik untuk bahasa Inggris maupun bidang komputer. Ia juga memberikan informasi tentang situs pembelajaran dan pengajaran yang bisa diakses secara gratis.

Selanjutnya Fabio memberikan motivasi dan diskusi tentang organisasi kemahasiswaan bagi para aktivis Teknokrat dan menyampaikan pentingnya organisasi sekaligus berbagi informasi tentang organisasi kemahasiswaan di luar negeri, terutama di Amerika.  Para aktivis sangat antusias bertanya dan berbagi pengalaman tentang organisasi dan kegiatan kemahasiswaan di Perguruan Tinggi Teknokrat.  Para mahasiswa memperoleh saran dan motivasi tentang bagaimana menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan dengan sukses serta pentingnya kompetisi untuk mengasah kemampuan.
Scientific seminar on language and culture bersama penutur asing Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Teknokrat mengadakan seminar tahunan ke-8 kalinya. Pada tahun ini, seminar bahasa yang bertemakan “Mastering Advanced Technology, Language and Art to Win Cultural Integration” menghadirkan narasumber dari kedutaan besar amerika dan penutur asing dari jepang. Selain menghadirkan penutur asing, seminar ini juga adalah wadah bagi mahasiswa STBA Teknokrat dalam mempresentasikan hasil penelitian mereka.


Seminar bahasa yang dihadiri oleh 40 sekolah dibandar lampung ini, menghadirkan Fabio Coelho (penutur asing dari amerika), Araki Mari (penutur asing dari jepang sekaligus dosen bahsa jepang di STBA Teknokrat), Nurani Istiqomah dan Oyen Sutikno (Mahasiswa D3 Bahasa Jepang), serta Lara Widya Azizta danPuspa Ganda Sari (Mahasiswa Sastra Inggris).Seminar yang ditujukan bagi siswa SMA/SMK/MA se-bandarlampung ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang identitas bangsa ditengah-tengah modernisasi dan globalisasi di Indonesia. Diharapkan setelah siswa setelah menghadiri seminar ini, mereka dapat mengaplikasikan apa yang disampaikan oleh pemateri di kehidupan sehari-hari, Teknokrat hadirkan Native Speaker dari Amerika dan Jepang pada Scientific Seminar Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Teknokrat hadirkan native speaker dari kedutaan besar Amerika dan jepang pada Scientific seminar on language and culture dengan tema “Mastering Advanced Technology, Language and Art to Win Cultural Integration”.

Seminar bahasa yang dihadiri oleh 282 siswa SMA dari 40 sekolah di bandar lampung ini dilaksanakan pada 8 Februari 2014 di kampus Perguruan Tinggi Teknokrat, menghadirkan Fabio Coelho (penutur asing dari Amerika), Araki Mari (penutur asing dari Jepang sekaligus dosen bahasa jepang di STBA Teknokrat).
Selain seminar, ada presentasi hasil penelitian mahasiswa STBA Teknokrat dari Nurani Istiqomah dan Oyen Sutikno (Mahasiswa D3 Bahasa Jepang), serta Lara Widya Azizta dan Puspa Ganda Sari (Mahasiswa S1 Sastra Inggris). Lara sapaan Lara Widya Azizta membahas tentang Vernacular’s Cultivation for Teens yaitu tentang penggunaan bahasa daerah yang sudah menghilang di kalangan remaja. Art, Culture and Our Identity merupakan pembahasan dari Puspa yang berbicara tentang bagaimana para pemuda seharusnya dalam mengapresiasikan seni dan budaya lokal sehingga tetap bertahan ditengah-tengah modernisasi.

Sementara Nuraini mengajak siswa untuk mulai mempelajari bahasa Jepang dalam bahasa Inggris demi mempersiapkan diri menyonsong Asean Economic Community (AEC) 2015. Andika Putra, S.S. selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa seminar yang ditujukan bagi siswa SMA/SMK/MA se-bandarlampung ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang identitas bangsa ditengah-tengah modernisasi dan globalisasi di Indonesia. Diharapkan setelah siswa menghadiri seminar ini, mereka dapat mengaplikasikan apa yang disampaikan oleh pemateri di kehidupansehari-hari. 






Read More ->>

Senin, 17 Februari 2014

Teknokrat “SANG JUARA”


Ir. H. Aburizal Bakrie (lahir di Jakarta, 15 November 1946; umur 67 tahun) adalah pengusaha Indonesia yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009. Ia pernah menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya berubah dalam perombakan yang dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005.
Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie yang berasal dari Lampung dan Roosniah Nasution asal Langkat Sumatera Utara, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab dipanggil Ical. Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada 1973, Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, dia memimpin Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004).
 Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha. Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, dia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) selama dua periode (1994-2004).
Pada 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha, setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dan sejak terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2010, waktu dan energinya tercurah untuk mengurus partai.
 Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ical menduduki peringkat ke-30 dengan total kekayaan US$ 890 juta. Jika dibanding tahun 2010, peringkat Ical turun cukup drastis dari peringkat 10 ke peringkat 30. Jumlah ini berarti turun hingga US$ 1,2 miliar sekitar Rp 10,8 triliun atau sekitar 57% dibandingkan kekayaan Ical pada tahun 2010.
 “Teknokrat Sang Juara. Teknokrat Sang Juara. Teknokrat Sang Juara.” Itulah ucapan Abu Rizal Bakrie (ARB) dalam orasi ilmiahnya pada wisuda Perguruan Tinggi Teknokrat (11/12). Bagaimana tidak saya katakan 'Sang Juara'? Tiba-tiba saja perguruan tinggi swastamuda itu 'menikung' perguruan tinggi ternama di Indonesia dalam bidang robotik, bahasa Inggris dan Jepangnya,” lanjutnya. Kedatangan ARB sebagai seorang tokoh Lampung, wirausahawan sukses, politikus, dan negarawan ke acara Wisuda Teknokrat 2013 merupakan suatu kehormatan bagi segenap civitas academica Perguruan Tinggi Teknokrat. Dalam acara tersebut ARB memberikan motivasi dan kiat-kiat sukses sebagai wirausahawan. “Masyarakat tidak akan menanyakan pendidikan atau gelar apa yang sudah didapat, tetapi apa yang sudah kita lakukan untuk Negara ini,” tambah beliau. Dalam ceritanya, ARB juga mengalami beberapa kali kegagalan. “Namun kalau gagal, ya bangkit lagi. Tidak mengurung diri tanpa berbuat apa-apa,” kenangnya.


  Tidak hanya sendiri, ARB hadir bersama Nia Ramadhani, Ketua Yayasan Bakrie untuk Negeri yang juga sebagai artis sinetron terkenal. Secara mengejutkan Nia memberikan penghargaan berupa laptop dari Yayasan tersebut kepada wisudawan terbaik dari masing-masing perguruan tinggi, yaitu STMIK-AMIK, dan STBA Teknokrat. Acara tersebut menambah kesan mendalam bagi para wisudawan/wati Perguruan Tinggi Teknokrat, terutama bagi yang mendapatkan penghargaan.

 Tak kalah pentingnya, Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P., pun memberikan pengarahan dan penghargaan bagi para wisudawan dan mahasiswa berprestasi. “Wisuda Teknokrat memang wisuda yang berbeda,” ungkap beliau terkesan dengan keunikan acara wisuda Perguruan Tinggi Teknokrat. “Selamat menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat. Jangan banyak bicara, namun perbanyak manfaat untuk masyarakat,” pesan Sjachroedin kepada para wisudawan.

 Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA, Koordinator Kopertis (Koordinator Perguruan Tinggi Swasta) Wilayah II menyatakan kebanggaannya terhadap Perguruan Tinggi Teknokrat. “Banyak yang bertanya Teknokrat itu berada dimana?”. Perguruan Tinggi Teknokrat telah mengangkat nama Kopertis Wilayah II di ajang pertemuan-pertemuan tingkat nasional karena seringnya menjuarai perlombaan tingkat nasional, bahkan internasional,” ungkapnya. “Dari tiga ribu lebih perguruan tinggi di Indonesia, hanya sedikit perguruan tinggi swasta yang dikenal di tingkat nasional, dan hampir tidak ada yang dari luar pulau Jawa,” tambah Diah.



  Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Teknokrat, Mahathir Muhammad dalam sambutannya menyatakan, ”Di tengah-tengah iklim demokrasi politik Indonesia yang hiruk-pikuk, korupsi dimana-mana, jiwa nasionalisme yang memudar, masih ada sebersit harapan bagi bangsa Indonesia, yaitu adanya generasi wisudawan Teknokrat hari ini.”  Penanaman optimisme ke dalam diri wisudawan dianggap perlu oleh Mahathir. “Dunia kerja tidak mudah dihadapi.  Banyak lika-liku menuju kesuksesan,” paparnya lagi.  

 Kegiatan wisuda ini juga dimeriahkan oleh segenap aktivis-aktivis kampus, para mahasiswa yang terlibat dalam segala organisasi kampus Perguruan Tinggi Teknokrat. Salah satu persembahan para mahasiswa adalah tari kreasi Lampung disertai dengan penerbangan Hexacopter karya UKM Robot, puisi berbahasa Inggris, dan puisi berbahasa Jepang. UKM Paduan Suara Teknokrat juga tidak letih-letihnya bernyanyi menghibur sampai dengan pengukuhan 1.118 wisudawan selesai.




Read More ->>

Minggu, 16 Februari 2014

KSATRIA TAEKWONDO TEKNOKRAT



Taekwondo adalah olahraga bela diri asal Korea, yang juga populer di Indonesia, olah raga ini juga merupakan olahraga nasional Korea. (juga biasa dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do) 
Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia dan juga dipertandingkan di Olimpiade.
Dalam bahasa Koreahanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi,Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan). Taekwondo juga salah satu olahraga yang mampu  mengasah IQ seseorang, nah keren kan. Sebenernya salah satu hobby aku adalh taekwondo juga nih, aku juga memegang sabuk hijau. Nah langsung aja ya,,,

Suasana lobi Perguruan Tinggi Teknokrat pada Kamis (6/2) lain dari biasanya. Empat mahasiswa, 2 lelaki dan 2 wanita mengenakan pakaian lengkap taekwondo. Satu bersabuk hijau dan biru, 2 lainnya bersabuk kuning dengan cekatan melakukan dengan memutar 45 derajat, mendemonstrasikan kebolehan mereka kepada Lampung Post.

Keempatnya merupakan tim ini dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Teknokrat Club (TTC), tetapi warga kampus Teknokrat sendiri menjulukinya sebagai Ksatria Taekwondo Teknokrat. Dalam seni beladiri yang mengutamakan daya jangkau dan kekuatan kaki untuk melumpuhkan lawan dari kejauhan itu, tapi bukan hanya sekedar tendangan saja lo di bela diri ini, sebelum postingan tadi disebutkan bahwa taekwondo berarti yaitu
Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi,Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan"  mereka adalah juara tingkat Provinsi Lampung.
Beberapa waktu lalu, 4 ksatria Teknokrat ini berjaya pada Kejuaraan Terbuka Taekwondo Kyorugi dan Poomse Prayunior, Junior, dan Senior Saburai Cup Terbuka V 2014 se-Provinsi Lampung. Indra Gunawan meraih juara I kelas under 54 Kg, Dede Krisna Friansyah menjadi Juara I under 60 Kg. Selanjutnya pasangan kakak dan adik, Ary Purnamasary meraih juara II kelan under 49 Kg dan Lilis Suryani meraih juara III under 62 Kg.

Torehan prestasi tersebut semakin melengkapi deretan prestasi yang didapat UKM yang baru berdiri 2010 lalu ini. Bahkan, pada tahun pertamanya berdiri, UKM TTC menyabet juara I pada ajang Saburai Cup I. Sejak saat itu, digit kesuksesan mereka terus bertambah dengan lahirnya sejumlah atlet muda taekwondo berbakat di ranah Sang Bumi Ruwa Jurai.

Deretan atlet muda itu diantaranya Juara I kelas under 62 kg senior putri yang dipegang Sovia Mas Ayu,  Juara I kelas feather prajunior Putri Rianti Anggraini, Juara II kelas under 42 Kg junior putri Sisca Lady Yana dan Juara III kelas under 46 kg senior putri Dora Sandi Firdiansyah. Kemudian Juara III kelas under 54 kg senior putra  dan juara III kelas under 56 kg senior putri Restiana Atmayanti. Hebatnya juara umun diraih Teknokrat atas nama Wahyu Pramita.

Atas pencapaian mahasiswanya, Ketua Perguruan Tinggi Teknokrat Nasrullah Yusuf berujar lembaganya terus berupaya meningkatkan kemampuan mahasiswanya di segala bidang. Hal ini diwujudkan dengan memberikan dukungan dalam berbagai kegiatan pada UKM. “Kami berharap prestasi yang telah diraih selama ini tidak menjadikan para mahasiswanya sombong dan terlalu berbangga hati melainkan mampu menjadi pembangkit semangat untuk dapat menggapai prestasi yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Dengan menjadi generasi berprestasi, nama mereka (mahasiswa), UKM almamater dan Provinsi Lampung akan terus berjaya,” kata Nasrullah.
  Pembina UKM Taekwondo Teknokrat Mahathir Muhammad menambahkan berbagai prestasi yang diraih para mahasiswa di UKM Taekwondo Teknokrat telah membuktikan kampus itu sangat concern meningkatkan mutu dan prestasi mahasiswa menjadi Sang Juara sesuai dengan slogan kampus. Tak hanya dukungan moral, materi, dan motivasi tetapi juga dengan memberi fasilitas yang modern dan memadai serta pelatih yang kompeten dibidangnya dapat menjadikan mental juara selalu keluar. Pada masa mendatang, dirinya berkeyakinan UKM Taekwondo Teknokrat akan terus mengikuti berbagai kejuaraan baik tingkat regional, nasional bahkan akan dicoba di level internasional. Itu akan coba dirintis dengan penerapan disiplin latihan lebih ketat dan disertai meningkatkan semangat maupun mental juara. “Mereka tidak hanya ditempa jadi atlet yang berhasil berlaga di pertandingan, tetapi juga seangat tinggi berlatih. Itu terbukti dibawah binaan sabeum (guru) Apriya dan pelatih lain para mahasiswa UKM Taekwondo Teknokrat tidak hanya jago di bidang bahasa dan komputer juga jago dibidang olahraga,” ujar Mahathir.


Read More ->>
Animated Social Gadget - Blogger And Wordpress Tips