Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA)
Teknokrat hadirkan native speaker dari kedutaan besar Amerika dan jepang pada
Scientific seminar on language and culture dengan tema “Mastering Advanced
Technology, Language and Art to Win Cultural Integration”. Seminar bahasa
yang dihadiri oleh 282 siswa SMA dari 40 sekolah di bandar lampung ini
dilaksanakan pada 8 Februari 2014 di kampus Perguruan Tinggi Teknokrat,
menghadirkan Fabio Coelho (penutur asing dari Amerika), Araki Mari (penutur
asing dari Jepang sekaligus dosen bahasa jepang di STBA Teknokrat).
Selain seminar, ada presentasi hasil
penelitian mahasiswa STBA Teknokrat dari Nurani Istiqomah dan Oyen Sutikno
(Mahasiswa D3 Bahasa Jepang), serta Lara Widya Azizta dan Puspa Ganda Sari
(Mahasiswa S1 Sastra Inggris). Lara sapaan Lara Widya Azizta membahas tentang
Vernacular’s Cultivation for Teens yaitu tentang penggunaan bahasa daerah
yang sudah menghilang di kalangan remaja. Art, Culture and Our Identity
merupakan pembahasan dari Puspa yang berbicara tentang bagaimana para pemuda
seharusnya dalam mengapresiasikan seni dan budaya lokal sehingga tetap
bertahan ditengah-tengah modernisasi.
Sementara Nuraini mengajak siswa
untuk mulai mempelajari bahasa Jepang dalam bahasa Inggris demi mempersiapkan
diri menyonsong Asean Economic Community (AEC) 2015. Andika Putra, S.S.
selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa seminar yang ditujukan bagi siswa
SMA/SMK/MA se-bandar lampung ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang
identitas bangsa ditengah-tengah modernisasi dan globalisasi di Indonesia.
Diharapkan setelah siswa setelah menghadiri seminar ini, mereka dapat
mengaplikasikan apa yang disampaikan oleh pemateri di kehidupan sehari-hari.
Dan pada akhirnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat memberikan bantuan
native speaker kepada STBA Teknokrat, Mr. Fabio Coelho. Dalam
kunjungannya selama 2 hari(7 – 8 Februari 2014) di Teknokrat, Fabio memberikan
pelatihan untuk dosen tentang metode, teknik pengajaran, dan sumber
pembelajaran online learning resources. Dalam sesi ini Fabio menyampaikan
tentang berbagai metode dan teknik pengajaran, baik untuk bahasa Inggris
maupun bidang komputer. Ia juga memberikan informasi tentang situs
pembelajaran dan pengajaran yang bisa diakses secara gratis.
Selanjutnya Fabio memberikan motivasi dan diskusi
tentang organisasi kemahasiswaan bagi para aktivis Teknokrat dan menyampaikan
pentingnya organisasi sekaligus berbagi informasi tentang organisasi
kemahasiswaan di luar negeri, terutama di Amerika. Para aktivis sangat
antusias bertanya dan berbagi pengalaman tentang organisasi dan kegiatan
kemahasiswaan di Perguruan Tinggi Teknokrat. Para mahasiswa memperoleh saran
dan motivasi tentang bagaimana menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan dengan
sukses serta pentingnya kompetisi untuk mengasah kemampuan.
Scientific seminar on language and culture bersama
penutur asing Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Teknokrat mengadakan seminar
tahunan ke-8 kalinya. Pada tahun ini, seminar bahasa yang bertemakan
“Mastering Advanced Technology, Language and Art to Win Cultural Integration”
menghadirkan narasumber dari kedutaan besar amerika dan penutur asing dari
jepang. Selain menghadirkan penutur asing, seminar ini juga adalah wadah bagi
mahasiswa STBA Teknokrat dalam mempresentasikan hasil penelitian mereka.
Seminar bahasa yang dihadiri oleh 40 sekolah
dibandar lampung ini, menghadirkan Fabio Coelho (penutur asing dari amerika),
Araki Mari (penutur asing dari jepang sekaligus dosen bahsa jepang di STBA
Teknokrat), Nurani Istiqomah dan Oyen Sutikno (Mahasiswa D3 Bahasa Jepang),
serta Lara Widya Azizta danPuspa Ganda Sari (Mahasiswa Sastra
Inggris).Seminar yang ditujukan bagi siswa SMA/SMK/MA se-bandarlampung ini
bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang identitas bangsa ditengah-tengah
modernisasi dan globalisasi di Indonesia. Diharapkan setelah siswa setelah
menghadiri seminar ini, mereka dapat mengaplikasikan apa yang disampaikan
oleh pemateri di kehidupan sehari-hari, Teknokrat hadirkan Native Speaker
dari Amerika dan Jepang pada Scientific Seminar Sekolah Tinggi Bahasa Asing
(STBA) Teknokrat hadirkan native speaker dari kedutaan besar Amerika dan
jepang pada Scientific seminar on language and culture dengan tema “Mastering
Advanced Technology, Language and Art to Win Cultural Integration”.
Seminar bahasa yang dihadiri oleh 282 siswa SMA dari 40 sekolah di bandar lampung ini dilaksanakan pada 8 Februari 2014 di kampus Perguruan Tinggi Teknokrat, menghadirkan Fabio Coelho (penutur asing dari Amerika), Araki Mari (penutur asing dari Jepang sekaligus dosen bahasa jepang di STBA Teknokrat).
Selain seminar, ada presentasi hasil penelitian
mahasiswa STBA Teknokrat dari Nurani Istiqomah dan Oyen Sutikno (Mahasiswa D3
Bahasa Jepang), serta Lara Widya Azizta dan Puspa Ganda Sari (Mahasiswa S1
Sastra Inggris). Lara sapaan Lara Widya Azizta membahas tentang Vernacular’s
Cultivation for Teens yaitu tentang penggunaan bahasa daerah yang sudah
menghilang di kalangan remaja. Art, Culture and Our Identity merupakan
pembahasan dari Puspa yang berbicara tentang bagaimana para pemuda seharusnya
dalam mengapresiasikan seni dan budaya lokal sehingga tetap bertahan
ditengah-tengah modernisasi.
Sementara Nuraini mengajak siswa untuk mulai
mempelajari bahasa Jepang dalam bahasa Inggris demi mempersiapkan diri
menyonsong Asean Economic Community (AEC) 2015. Andika Putra, S.S. selaku
ketua pelaksana menyampaikan bahwa seminar yang ditujukan bagi siswa
SMA/SMK/MA se-bandarlampung ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang
identitas bangsa ditengah-tengah modernisasi dan globalisasi di Indonesia.
Diharapkan setelah siswa menghadiri seminar ini, mereka dapat mengaplikasikan
apa yang disampaikan oleh pemateri di kehidupansehari-hari.
|
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Februari 2014
Teknokrat hadirkan Native Speaker dari Amerika dan Jepang pada Scientific Seminar
Published :
22.51
Author :
Haqfini Bina Lalika
Rabu, 12 Februari 2014
The Tragical Histori of dr. Faustus
Published :
01.21
Author :
Haqfini Bina Lalika
|
Bahasa Inggris Kuna (Kuno) (Anglo-Saxon atau Englisc)
adalah bentuk awal dari bahasa
Inggris yang digunakan
di Inggris dan Skotlandia bagian selatan antara pertengahan abad ke-5 sampai abad ke-8.
Bahasa ini merupakan bahasa Germanika Barat dan sangat dekat dengan bahasa Fris
Kuna dan bahasa Sakson Kuna dan juga mendapat pengaruh yang sangat kuat dari
bahasa Nordika Kuna, bagian dari grup bahasa Germanika Utara.
Bahasa Inggris Kuna amat berbeda dari bahasa Inggris modern. Bahasa ini memiliki banyak kata Germanika, dan tata bahasanya lebih dekat ke bahasa Jerman dan Latin. Secara bertahap, bahasa Inggris Kuna berubah ke bahasa Inggris Pertengahan setelah bangsa Normandia menyerang dan menghentikannya diajarkan di sekolah-sekolah selama 300 tahun.
Tenang dan rasa
nyaman menyelimuti hinggap di aula Perguruan Tinggi Teknokrat, Sabtu (26/1)
malam.Ruangan menjadi gulap gulita, dan tiba-tiba apakah yang terjadi
perlahan-lahan kain mulai terbuka beserta dengan lampu yang menyinari di empat
sudut ruangan. Seorang pria mulai tampak dengan memakai baju serbahitam berkaca
mata dengan rambut panjang menutupi matanya berdiri didepan tengah-tengah
penonton .
Yup Begitulah
adegan pembuka pementasan drama The Tragical Histori of dr. Faustus yang
dibawakan mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Sekolah Tinggi Bahasa
Asing Teknokrat. Drama ini merupakan karya Christopher Marlowe yang
pertama kali dipentaskan pada 1590. Karena di buat pada abad ke-16, bahasa
Inggris yang digunakan adalah bahasa Inggris kuno.
Drama ini
menyajikan metafora kehidupan yang di persentasikan Dr. Faustus yang
tidak puas dengan pencapian hidupnya. Meskipun telah
menguasai berbagai bidang ilmu, dia masih belum puas. Dia kemudian mulai
mempelajari necromancy (Dark magic ) dan menyerahkan hidup nya pada sang iblis
Lucifer demi mendapatkan kekayaan, jabatan, ketenaran. Akhirnya , Faustus
menyadari kesalahannya, tetapi semua itu telah terlambat.
Drama ini
ditampilkan dengan apik meskipun tata panggungnya kurang mendukung. Dukungan
rastusan penonton yang setia hingga akhir pertunjukan menjadi salah satu
dukungan bagi para pemain. "Melalui pementasan ini, kami ingin
mahasiswa menguasai bahasa Inggris dengan baik, baik lisan, tulisan , maupun
pengucapan dengan baik dan benar, sehingga mereka siap terjun ke masyarakat di
era global dan menjadi pemenang," kata Pembantu Ketua sati STBA
Teknokrat Hernaini di sela-sela pertunjukan.(S3)
Keren ya...,
Teknokrat memang kampusnya sang juara, terlihat dari mahasiswanya yang kreatif
dan inovatif, menyelenggarakan kegiatan yang luar biasa
|
Langganan:
Postingan (Atom)




