Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Februari 2014

Teknokrat hadirkan Native Speaker dari Amerika dan Jepang pada Scientific Seminar




 Jika dilihat dari artinya, "native = penduduk asli" dan"speaker = pembicara/penutur", maka bisa ditebak arti dari "native speaker = penutur/pembicara asli suatu bahasa". Misalnya native speaker bahasa inggris adalah orang yang kesehariannya menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pergaulan mereka. Contohnya orang inggris dan juga orang amerika serikat. Ya itu yang dilakukan oleh perguruan tinggi teknokrat yaitu mendatangkan native speaker dari kedutaan besar Amerika dan Jepang

Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Teknokrat hadirkan native speaker dari kedutaan besar Amerika dan jepang pada Scientific seminar on language and culture dengan tema “Mastering Advanced Technology, Language and Art to Win Cultural Integration”. Seminar bahasa yang dihadiri oleh 282 siswa SMA dari 40 sekolah di bandar lampung ini dilaksanakan pada 8 Februari 2014 di kampus Perguruan Tinggi Teknokrat, menghadirkan Fabio Coelho (penutur asing dari Amerika), Araki Mari (penutur asing dari Jepang sekaligus dosen bahasa jepang di STBA Teknokrat). 


Selain seminar, ada presentasi hasil penelitian mahasiswa STBA Teknokrat dari Nurani Istiqomah dan Oyen Sutikno (Mahasiswa D3 Bahasa Jepang), serta Lara Widya Azizta dan Puspa Ganda Sari (Mahasiswa S1 Sastra Inggris). Lara sapaan Lara Widya Azizta membahas tentang Vernacular’s Cultivation for Teens yaitu tentang penggunaan bahasa daerah yang sudah menghilang di kalangan remaja. Art, Culture and Our Identity merupakan pembahasan dari Puspa yang berbicara tentang bagaimana para pemuda seharusnya dalam mengapresiasikan seni dan budaya lokal sehingga tetap bertahan ditengah-tengah modernisasi. 



 Sementara Nuraini mengajak siswa untuk mulai mempelajari bahasa Jepang dalam bahasa Inggris demi mempersiapkan diri menyonsong Asean Economic Community (AEC) 2015. Andika Putra, S.S. selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa seminar yang ditujukan bagi siswa SMA/SMK/MA se-bandar lampung ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang identitas bangsa ditengah-tengah modernisasi dan globalisasi di Indonesia. Diharapkan setelah siswa setelah menghadiri seminar ini, mereka dapat mengaplikasikan apa yang disampaikan oleh pemateri di kehidupan sehari-hari.


 Dan pada akhirnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat memberikan bantuan native speaker kepada STBA Teknokrat, Mr. Fabio Coelho.  Dalam kunjungannya selama 2 hari(7 – 8 Februari 2014) di Teknokrat, Fabio memberikan pelatihan untuk dosen tentang metode, teknik pengajaran, dan sumber pembelajaran online learning resources. Dalam sesi ini Fabio menyampaikan tentang berbagai metode dan teknik pengajaran, baik untuk bahasa Inggris maupun bidang komputer. Ia juga memberikan informasi tentang situs pembelajaran dan pengajaran yang bisa diakses secara gratis.

Selanjutnya Fabio memberikan motivasi dan diskusi tentang organisasi kemahasiswaan bagi para aktivis Teknokrat dan menyampaikan pentingnya organisasi sekaligus berbagi informasi tentang organisasi kemahasiswaan di luar negeri, terutama di Amerika.  Para aktivis sangat antusias bertanya dan berbagi pengalaman tentang organisasi dan kegiatan kemahasiswaan di Perguruan Tinggi Teknokrat.  Para mahasiswa memperoleh saran dan motivasi tentang bagaimana menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan dengan sukses serta pentingnya kompetisi untuk mengasah kemampuan.
Scientific seminar on language and culture bersama penutur asing Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Teknokrat mengadakan seminar tahunan ke-8 kalinya. Pada tahun ini, seminar bahasa yang bertemakan “Mastering Advanced Technology, Language and Art to Win Cultural Integration” menghadirkan narasumber dari kedutaan besar amerika dan penutur asing dari jepang. Selain menghadirkan penutur asing, seminar ini juga adalah wadah bagi mahasiswa STBA Teknokrat dalam mempresentasikan hasil penelitian mereka.


Seminar bahasa yang dihadiri oleh 40 sekolah dibandar lampung ini, menghadirkan Fabio Coelho (penutur asing dari amerika), Araki Mari (penutur asing dari jepang sekaligus dosen bahsa jepang di STBA Teknokrat), Nurani Istiqomah dan Oyen Sutikno (Mahasiswa D3 Bahasa Jepang), serta Lara Widya Azizta danPuspa Ganda Sari (Mahasiswa Sastra Inggris).Seminar yang ditujukan bagi siswa SMA/SMK/MA se-bandarlampung ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang identitas bangsa ditengah-tengah modernisasi dan globalisasi di Indonesia. Diharapkan setelah siswa setelah menghadiri seminar ini, mereka dapat mengaplikasikan apa yang disampaikan oleh pemateri di kehidupan sehari-hari, Teknokrat hadirkan Native Speaker dari Amerika dan Jepang pada Scientific Seminar Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Teknokrat hadirkan native speaker dari kedutaan besar Amerika dan jepang pada Scientific seminar on language and culture dengan tema “Mastering Advanced Technology, Language and Art to Win Cultural Integration”.

Seminar bahasa yang dihadiri oleh 282 siswa SMA dari 40 sekolah di bandar lampung ini dilaksanakan pada 8 Februari 2014 di kampus Perguruan Tinggi Teknokrat, menghadirkan Fabio Coelho (penutur asing dari Amerika), Araki Mari (penutur asing dari Jepang sekaligus dosen bahasa jepang di STBA Teknokrat).
Selain seminar, ada presentasi hasil penelitian mahasiswa STBA Teknokrat dari Nurani Istiqomah dan Oyen Sutikno (Mahasiswa D3 Bahasa Jepang), serta Lara Widya Azizta dan Puspa Ganda Sari (Mahasiswa S1 Sastra Inggris). Lara sapaan Lara Widya Azizta membahas tentang Vernacular’s Cultivation for Teens yaitu tentang penggunaan bahasa daerah yang sudah menghilang di kalangan remaja. Art, Culture and Our Identity merupakan pembahasan dari Puspa yang berbicara tentang bagaimana para pemuda seharusnya dalam mengapresiasikan seni dan budaya lokal sehingga tetap bertahan ditengah-tengah modernisasi.

Sementara Nuraini mengajak siswa untuk mulai mempelajari bahasa Jepang dalam bahasa Inggris demi mempersiapkan diri menyonsong Asean Economic Community (AEC) 2015. Andika Putra, S.S. selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa seminar yang ditujukan bagi siswa SMA/SMK/MA se-bandarlampung ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang identitas bangsa ditengah-tengah modernisasi dan globalisasi di Indonesia. Diharapkan setelah siswa menghadiri seminar ini, mereka dapat mengaplikasikan apa yang disampaikan oleh pemateri di kehidupansehari-hari. 






Read More ->>

Rabu, 12 Februari 2014

The Tragical Histori of dr. Faustus

TEKNOKRAT BELAJAR B. INGGRIS LEWAT TEATER


Bahasa Inggris Kuna (Kuno) (Anglo-Saxon atau Englisc) adalah bentuk awal dari bahasa Inggris yang digunakan di Inggris dan Skotlandia bagian selatan antara pertengahan abad ke-5 sampai abad ke-8. Bahasa ini merupakan bahasa Germanika Barat dan sangat dekat dengan bahasa Fris Kuna dan bahasa Sakson Kuna dan juga mendapat pengaruh yang sangat kuat dari bahasa Nordika Kuna, bagian dari grup bahasa Germanika Utara.
Bahasa Inggris Kuna amat berbeda dari bahasa Inggris modern. Bahasa ini memiliki banyak kata Germanika, dan tata bahasanya lebih dekat ke bahasa Jerman dan Latin. Secara bertahap, bahasa Inggris Kuna berubah ke bahasa Inggris Pertengahan setelah bangsa Normandia menyerang dan menghentikannya diajarkan di sekolah-sekolah selama 300 tahun.

Tenang dan rasa nyaman menyelimuti hinggap di aula Perguruan Tinggi Teknokrat, Sabtu (26/1) malam.Ruangan menjadi gulap gulita, dan tiba-tiba apakah yang terjadi perlahan-lahan kain mulai terbuka beserta dengan lampu yang menyinari di empat sudut ruangan. Seorang pria mulai tampak dengan memakai baju serbahitam berkaca mata dengan rambut panjang menutupi matanya  berdiri didepan tengah-tengah penonton .

Yup Begitulah adegan pembuka  pementasan drama The Tragical Histori of dr. Faustus yang dibawakan mahasiswa  Jurusan Sastra Inggris, Sekolah Tinggi Bahasa Asing  Teknokrat. Drama ini merupakan karya Christopher Marlowe yang pertama kali dipentaskan pada 1590. Karena di buat pada abad ke-16, bahasa Inggris yang digunakan adalah bahasa Inggris kuno. 
Drama ini menyajikan metafora kehidupan  yang di persentasikan Dr. Faustus yang tidak puas dengan   pencapian hidupnya. Meskipun telah menguasai berbagai bidang ilmu, dia masih belum puas. Dia kemudian mulai mempelajari necromancy (Dark magic ) dan menyerahkan hidup nya pada sang iblis Lucifer demi mendapatkan kekayaan, jabatan, ketenaran. Akhirnya ,  Faustus menyadari kesalahannya, tetapi semua itu telah terlambat. 

Drama ini ditampilkan dengan apik meskipun tata panggungnya kurang mendukung. Dukungan rastusan penonton yang setia hingga akhir pertunjukan menjadi salah satu dukungan bagi para pemain. "Melalui pementasan ini,  kami ingin mahasiswa menguasai bahasa Inggris dengan baik, baik lisan, tulisan , maupun pengucapan dengan baik dan benar, sehingga mereka siap terjun ke masyarakat di era global dan menjadi pemenang," kata Pembantu Ketua sati STBA Teknokrat  Hernaini di sela-sela pertunjukan.(S3)
Keren ya..., Teknokrat memang kampusnya sang juara, terlihat dari mahasiswanya yang kreatif dan inovatif, menyelenggarakan kegiatan yang luar biasa



Read More ->>
Animated Social Gadget - Blogger And Wordpress Tips